Tugas Akhir
Makalah Kewirausahaan
Usaha Jamu Tradisional
Yolanda Kharisma W.
092114242
Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Bahasa dan Seni
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra
Daerah
2013
MAKALAH
KEWIRAUSAHAAN
USAHA
JAMU TRADISIONAL
A. LATAR
BELAKANG
Kewirausahaan
(Entrepreneurship) adalah proses
mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi
tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan
sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang
dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Orang yang melakukan kegiatan
kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang
wirausahawan (Entrepreneur) mempunyai
cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai
motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai
nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
Dari
perbedaan cara berfikir inilah, banyak bermunculan berbagai jenis bidang usaha
di Indonesia. Jenis bidang usaha yang disajikan juga beranekaragam misalnya,
makanan, sandang atau pakaian, kebutuhan rumah tangga, minuman, furniture, jasa dan masih banyak jenis
usaha lainnya. Sebagian besar usaha yang ada di indonesia berawal dari usaha
dalam skala kecil dengan modal yang kecil juga. Akan tetapi, tidak jarang pula
usaha yang baru muncul langsung dalam skala besar. Semua itu tergantung dari
modal yang dimiliki oleh si pengusaha. Ada juga jenis usaha yang dikembangkan
secara turun-temurun dengan berbagai macam pengembangan dan inovasi produk.
Seorang
wirausahawan, harus memiliki cara berfikir yang inovatif. Seorang wirausahawan
juga harus mampu, pintar, dan jeli dalam membaca peluang usaha yang tersedia.
Keadaan lingkungan tempat usaha itu bediri juga berpengaruh besar terhadap
kemajuan usaha tersebut. Wirausahawan yang hanya perpredikat sebagai plagiat
tidak akan mampu mengembangkan usahanya. Hal ini dikarenakan konsumen akan
berfikir jika produk yang disajikan sama saja dengan produk yang telah beredar
di pasaran. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemajuan sebuah produk yang
diplagiat adalah produ tersebut harus memiliki perbedaan atau keunggulan
dibandingkan dengan produk yang telah beredar supaya produk baru tersebut mampu
menarik perhatian konsumen,
Wirausahawan
juga harus mampu membaca peluang tentang keberadaan suau produk. Produk yang
jarang ditemukan di suatu daerah sedangkan konsumen banyak membutuhkan akan
menjadikan produk tersebut laris di pasaran. Salah satu produk yang telah
jarang ditemukan adalah jamu tradisional. Di era yang modern ini, sudah jarang
ditemukan pedagang jamu yang berjualan dengan cara berkeliling kampung
menggunakan gerobak dorong atau menggendong jamunya di dalam tempat anyaman
bambu. Jikalau masih ada pedagang yang seperti itu, pastilah sangat jarang
ditemukan. Tidak bisa dipungkiri karena sebenarnya peminat jamu masih banyak
walaupun kita telah berada di era yang telah modern seperti saat ini.
Kelangkaan usaha yang seperti inilah yang dapat dijadikan bisnis usaha yang
menjanjikan. Akan tetapi, semua itu juga terganung bagaimana kejelian seorang
wirausahawan melihat peluang yang tersedia.
Pada
jaman dahulu, pedagang jamu hanya membuat jamunya sesuai kebutuhan dalam satu
hari saja karena jamu yang mereka jual hanya bertahan satu sampai dua hari
saja. Jamu yang mereka jual tidak bisa bertahan lama. Seorang wirausahawan yang
mampu berpikir kreatif, harus mampu menyajikan produksi yang menarik dan
berbeda dari jamu yang telah dijual sebelumnya tetapi tidak lepas dari konsep
jamu tradisional.
Usaha
jamu tradisional ini sangat cocok untuk dikembangkan di daerah Tulangan
khususnya dan Sidoarjo pada umumnya. Di daerah Tulangan=, Sidoarjo sudah jarang
di temukan pedagang jamu keliling. Bahkan ada penjual jamu keliling yang
berkeliling di empat desa dan menjadi satu-satunya penjual jamu di keempat desa
tersebut. Penjual jamu tersebut, hanya berjualan di pagi hari saja. Peluang
usaha inilah yang bisa diambil dan dijadikan titik awal usaha jamu modern. Ketersediaan
bahan baku jamu, juga tergolong banyak untuk kawasan Sidoarjo. Masih banyak
penjual bahan baku jamu yang membuka gerainya di pasar tradisional. Selain itu,
peminat jamu di daerah Sidoarjo juga tergolong masih banyak.
Dengan
sedikit inovasi pada produk jamu yang dihasilkan, jamu dengan kemasan yang baru
akan menjadi jamu tradisional yang beda dari jamu tradisional pada umumnya.
Jamu tradisional ini juga akan menjadi jamu yang laris dipasaran. Oleh karena
itu, pemilihan usaha berdagang jamu tradisional dipilih. Pemilihan tersebut
didasarkan pada pengamatan peluang usaha yang ada di daerah Sidoarjo dan
sekitarnya. Ketersediaan bahan baku yang melimpah juga menjad faktor terpenting
dalam berjalannya usaha tersebut. Akan
tetapi, dalam langkah awal usaha, hanya ada dua jenis jamu yang dipilih untuk
diperjualbelikan yaitu jamu beras kencur dan kunyit asam. Pemilihan dua produk
jamu ini dikarenakan keduanya bisa menjangkau berbagai kalangan, dari anak
kecil sampai orang dewasa. Oleh karena itu, mangsa pasar dari dua produk jamu
ini menjadi semakin luas karena anak-anak juga bisa mengkonsumsi. Selain itu,
kedua jamu ini mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan. Jamu beras kencur
dengan rasa hangatnya saat meminum, berkhasiat menghangatkan badan dan
mengobati batuk. Salah satu khasiat yang ada di dalam jamu kunyit asam adalah
menambah nafsu makan. Hal ini sangat cocok untuk anak kecil yang memiliki
gangguan sulit makan.
B. ANALISIS
SWOT
1. Strenght
(Kekuatan)
Produk
jamu tradisional yang diproduksi ini beda dari produk jamu tradisional yang
sudah dijual dipasaran. Produk jamu beras kencur dan kunyit asam ini diproduksi
dalam bentuk cair yang dikemas dalam botol dengan berbagai ukuran. Ada ukuran
yang kecil, sedang, dan besar. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah konsumen
saat pembelian dan menyesuaikan kebutuhan konsumen. Produk jamu yang dikemas
dalam botol kecil dan botol sedang mempermudah konsumen untuk dibawa saat
bepergian dan bisa menghemat tempat jika dimasukkan di dalam tas atau di tempat
penyimpanan lainnya. Sedangkan produk jamu yang dikemas dalam botol besar, bisa
di gunakan untuk porsi besar, misal untuk disimpan di rumah sebagai persediaan.
Jamu
beras kencur dan kunyit asam ini dibuat dari bahan pilihan dengan kualitas yang
baik. Kualitas bahan baku yang digunakan secara tidak langsung akan
mempengaruhi rasa dan ketahanan jamu tersebut selama penyimpanan. Jamu beras
kencur dan kunyit asam ini tidak menggunakan bahan pengawet dan menggunakan
gula pasir, bukan pemanis buatan. Jadi, jamu beras kencur dan kunyit asam yang
diproduksi aman untuk dikonsumsi berbagai kalangan usia. Jamu beras kencur dan
kunyit asam ini bisa awet dalam beberapa hari saja, kurang lebih layak
dikonsumsi dalam waktu 10 hari tanpa bahan pengawet. Hal ini dikarenakan bahan
yang digunakan dalam proses pembuatan jamu dipilih dari bahan yang berkualitas
dan proses perebusan jamu dilakukan dalam waktu yang lama sehingga semua bahan
tercampur dan benar-benar matang.
Keunggulan
lain dari produk jamu ini adalah terdapat kode produksi. Produksi jamu ini elah
mendapat persetujuan dari Departemen Kesehatan, sehingga produk jamu yang
dijual benar-benar halal dan layak dikonsumsi, tanpa bahan pengawet atau
bahan-bahan kimia berbahaya lainnya. Dalam label yang ditempel dibotol, juga
terdapat tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa, sehingga konsumen mengetahui
saat jamu tersebut sudah kadaluwarsa atau belum.
2. Weekness
(Kelemahan)
Tak
ada sesuatu yang sempurna. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan produk
ini. Selain keungulan seperti yang dideskripsikan di atas, produk ini juga
mempunyai kelemahan. Akan tetapi, produsen selalu berusaha unuk meminimalisir
setiap kekurangan yang dapat merugikan konsumen.
Proses
pengemasan menjadi faktor penting dalam menjaga keawetan jamu kemasan ini. Jika
tutup botol kurang rapat saat proses pengemasan, jamu yang diproduksi kurang
awet dan cepat kadaluwarsa. Sehingga saat menutup botol jamu, angin yang ada di
dalam botol harus benar-benar keluar.
Adapun
kelemahan produksi yang disebabkan karena bahan baku jamu. Perubahan harga gula
juga secara tidak langsung akan mempengaruhi produksi. Jika harga gula naik,
harga jamu tersebuat juga akan naik. Diperkirakan jumlah konsumen juga akan
menurun. Hal ini sesuai dengan prinsip permintaan, jika harga naik, maka
permintaan akan turun. Gula menjadi bahan pokok yang sangat mempengaruhi
kualitas jamu yang diproduksi. Gula idak dapa digani dengan bahan pemanis
apapun, apalagi pemanis buatan yang bisa mempengaruhi kesehatan tubuh.
3. Opportunity
(Kesempatan/Peluang)
Produsen
atau wirausahawan yang memproduksi dengan jamu tradisional yang kemasan seperti ini masih jarang
ditemukan. Kebanyakan jamu tradisional yang diproduksi dikemas dalam bentuk
bubuk. Jadi peluang untuk memproduksi jamu tradisional dengan kemasan botolan
mempunyai mangsa pasar yang masih luas, apalagi jika produk jamu tradisional
ini bisa dikonsumsi berbagai kalangan usia.
4. Treat
(Ancaman)
Melihat
begitu mudahnya proses pembuatan jamu tradisional, maka tidak bisa dipungkiri
jika akan banyak produsen aau wirausahawan baru bermunculan dengan produk dan
kemasan yang sama. Apalagi jika harga yang ditawarkan oleh produk-produk yang
baru tersebut dijual dengan harga yang jauh lebih murah.
C. RENCANA
USAHA
Dalam
melakukan suatu usaha, kita harus melakukan usaha itu dengan penuh perencanaan.
Merencanakan setiap langkah yang akan ditempuh dengan penuh perhitungan.
Perencaaan ini dilakukan sebagai langkah awal dalam melakukan usaha sesuai
dengan tujuan utama pendirian usaha tersebut. Adapun rencana usaha yang akan
dijalankan dalam pendirian usaha ini sebagai berikut:
1. Rencana
Jangka Pendek
Usaha
jamu tradisional yang akan dirintis ini bertujuan untuk meneruskan bisnis
keluarga sejenis yang telah ditinggalkan sejak beberapa tahun yang lalu. Usaha
jamu sebelumnya ditutup dikarenakan harga gula yang saat itu semakin melonjak
tajam sedangkan jika harga dinaikkan, permintaan konsumen menurun. Tujuan lain
usaha dari dirintisnya usaha jamu tradisional ini guna menambah wawasan
berwirausaha di kalangan mahasiswa maupun bagi masyarakat umum. Usaha ini juga
bisa menambah daya kreativitas mahasiswa yang menghasilkan dan menjanjikan
untuk kehidupan di masa depan biaya kuliah.
2. Rencana
Jangka Menengah
Usaha
yang kami rintis ini pastinya akan kami kembangkan demi mewujudkan impian kami
bersama, yaitu ingin menjadi seorang pengusaha muda yang sukses, strategi pasar
dan pemasaran menjadi kunci awal untuk keberlanjutan usaha kami kedepannya.
Pelanggan ialah raja, maka dari itu kepuasan pelanggan menjadi yang utama dari
segalanya, karena tanpa pelanggan belum tentu usaha ini akan bertahan lama.
Tidak lupa pula kami rajin melakukan promosi usaha kami, baik dari mulut ke
mulut, iklan radio, media online, dan media yang lainnya.
3. Rencana
Jangka Panjang
Setelah
berhasil mendapatkan pelanggan, kami akan lebih meningkatkan mutu dan kualitas
dari usaha kami ini, tidak lupa pula kami membangun jaringan dengan toko-toko
maupun warung makan dan restoran agar kami dapat memperluas jaringan dalam mengembangkan
binis ini.
D. PRODUKSI
Produk
jamu tradisional ini akan dipasarkan kebeberapa tempat dan macam-macam jenis
usaha makanan, serta dipusat tokoh oleh-oleh. Produk jamu ini tidak bertahan
lama terdapat tanggal kaladuwarsa dilabel kemasan jamu. Oleh karena itu, proses
produksi dilakukan sebelum tanggal kadaluwarsa berakhir sehingga produsen akan
mengganti produk jamu yang telah diitipkan sebelumnya.
Proses
produksi dilakukan di rumah produsen sehingga produsen bisa mengawasi proses
produksi demi terjaganya mutu dan kualitas jamu tradisional tersebut.
E. PEMASARAN
Dalam
berwirausaha, seorang wirausahawan atau produsen perlu mengenali siapa target
pemasarannya dan di mana prduk akan dipasarkan. Hal ini dilakukan supaya
produsen bisa menganalisa beberapa aspek dalam pemasaran seperti target pasar,
pesaing, dan sasaran pembeli. Dengan mengenali tiga aspek tersebut, seorang
produsen secara tidak langsung juga akan menetapkan strategi pemasaran yang
tepat untuk setiap target pemasaran.
Analisis
pasar dan aspek pemasaran usaha jamu tradisinal diantaranya sebagai berikut:
1. Target
Pasar
Dalam
jangka pendek dan langkah awal pemasaran produk jamu tradisional ini akan
dipasarkan dengan cara dititipkan dibeberapa toko di sekitar tempat produksi. Selain
itu juga dititipkan di warung-warung makan juga dijual di rumah (tempat
produksi) untuk mengantisipasi pembeli yang datang ke rumah atau tetangga dekat
rumah.
Produk
jamu ini juga dititipkan dibeberapa pedagang oleh-oleh di daerah Sidoarjo dan
toko-toko kecil yang menjual klepon di daerah Gempol. Lokasi tersebut banyak
dilewati dan dikunjungi oleh masyarakat dan pengguna jalan. Baik masyarakat
Sidoarjo maupun wisatawan yang melewati Sidoarjo dan singgah di pusat
oleh-oleh.
2. Pesaing
Tidak
bisa dipungkiri jikalau persaingan dalam dunia bisnis memang sangat ketat.
Kebiasaan menjiplak produk yang sudah ada dan laku di pasaran memang salah satu
kiat produsen baru unuk memperoleh keuntungan yang sama. Akan tetapi, selera
dan daya tarik masyaraka terhadap suatu produk menjadi salah satu faktor
keberhasilan suatu produk, apalagi produk berupa makanan dan minuman.
Produsen
harus pintar membaca pasar dan mengikuti selera konsumen. Persaingan dala dunia
bisnis memang ada akan tetapi, persaingan yang terjadi haruslah persaingan yang
sehat dengan tidak merugikan dan menjatuhkan produsen lain.
3. Sasaran
Pembeli
Dalam
menjalankan usaha ini, sasaran pembeli kami yaitu kalangan orang dewasa
khususnya tetapi kalangan anak kecil dan remaja juga bisa mengkonsumsi jamu
tradisional ini karena produk ini dibuat tanpa bahan pengawet. Harga yang kami
berikan yaitu mulai dari harga Rp 10.000 untuk botol besar, Rp 5.000 untuk
botol sedang, dan Rp 3.000 untuk botol kecil.
Adapun strategi
pemasaran yang dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Dari
Mulut Ke Mulut
Promosi
ini merupakan promosi yang paling sederhana, serta tidak memerlukan banyak
biaya untuk melakukan promosi ini. Cukup dengan bercerita dengan teman-teman
kita atau keluarga untuk mempromosikan usaha kita, sehingga secara tidak
langsung semua konsumen/masyarakat akan
mengetahui usaha kita. Apabila usaha kita sudah diketahui dan disukai, maka
konsumen akan memberitahukan kepada orang lain untuk membeli jamu di tempat
kita.
2. Internet
Saat
ini teknologi sudah sangat berkembang. Ingin mengetahui apapun tidak lagi harus
bersusah payah datang ke tempat yang diinginkan. Pesan makanan sudah bisa
melalui telepon. Promosi barang dan jasa apapun sudah bisa melalui internet.
Misalkan saja jual beli mobil, peralatan rumah tangga, dunia fashion, dan lain-lain
sudah bisa di promosikan lewat situs-situr resmi.
Pemasaran
produk jamu tradisional ini juga bisa dilakukan lewat dunia internet, misalnya
lewat facebook, twitter, blog, dan lain-lain. Hampir sebagian masyarakat, tiap
detiknya tidak dapat lepas dari apa yang namanya dunia internet. Dengan media
internet, pemasaran dan sasaran pasar akan semakin luas.
3. Pengembangan
Pasar
Selain
melakukan berbagai strategi pemasaran produk seperti diatas, kami juga
mempromisikan usaha kami ini dengan cara menambah pasar baru untuk memperluas jangkauan yang
sudah dimiliki. Dalam hal ini, dapat dengan memperluas usaha roti bakar ini ke
daerah-daerah lain, dengan harapan usaha
ini akan lebih dikenal oleh masyarakat dan juga dapat menambahkan pendapatan
serta dapat mengurangi tingkat pengangguran dengan memperkerjakan karyawan yang
baru.
4. Pengembangan
Produk
Pengembangan
produk dari usaha ini bisa dilakukan dengan cara mengeluarkan bentuk yang
berbeda, tidak dalam bentuk cair lagi akan tetapi dalam bentuk bubuk. Hal ini
dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan buruk yang terjadi dalam proses
pengiriman, misal botol pecah atau jamu tumpah.
F. KEMITRAAN
Dalam
mengembangkan suatu usaha perlu sekali menjalin kemitraan dengan tempat-tempat
yang mendukung produk yang kita miliki. Mitra yang dipilih juga haruslah mitra
yang jujur. Kejujuran adalah pangkal dari suksesnya usaha kita rintis. Tempat
yang kita pilih untuk menjadi mitra kita juga haruslah tempat yang ramai dan
sering dikunjungi orang. Jika tempat yang menjadi mitra sepi pembeli atau
kurang diminati orang, produk kita pun juga akan sulit berkembang.
Sidoarjo
termasuk dalam golongan kota yang ramai. Masyarakat di Sidoarjo termasuk
masyarakat yang konsumtif. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Sidoarjo
dikarenakan banyak hal. Misalnya pusat kerajinan tas dan sepatu yang ada di
Tanggulangin, terkenal dengan krupuk udang, bandeng, dan petis. Apalagi dengan adanya Lumpur Lapindo,
semakin banyak wisatawan yang berkunjung. Dengan banyaknya peluang yang seperti
ini mempermudah seorang produsen untuk mengembangkan usahanya. Adapun
tempat-tempat yang bisa dijadikan mitra diantaranya sebagi berikut:
1. Toko
atau pusat oleh-oleh
Dengan
banyaknya wisatawan yg berkunjung dan sifat warga Sidoarjo yang konsumtif,
menjalin kemitraan dengan beberapa pusat oleh-oleh atau toko yang menjual
makanan di sekitar tempat-tempat wisata sangatlah menguntungkan. Hal ini
dikarenakan tempat-tempat tersebut sudah pasti akan dikunjungi wisatawan dan
warga Sidoarjo sendiri.
2. Beberapa
warung atau depot makanan
Warung
yang dimaksud di sini adalah warung-warung makanan misalnya warung sate, warung
nasi goreng, warung ikan bakar, atau depot-depot yang ramai dikunjungi orang.
Warung-warung kecil yang menjual jajanan seperti klepon dan gempo yang ada
Gempol juga akan menjadi sasaran kemitraan. Hal ini dilakukan karena di
Sidoarjo menjamur sekali warung-warung makanan baru. Dari kelas kaki lima, depot,
hingga restoran. Peluang inilah yang harusnya bisa dilihat dengan jeli oleh
seorang produsen untuk menjalin kemitraan.
3. Beberpa
toko kelontong
Pada
saat ini, toko kelontong tidak hanya menjual barng-barang kebutuhan rumah
tangga. Banyak produsen-produsen menjalin kemitraan dengan toko kelontong.
Dengan menjalin kemitraan di beberapa toko kelontong yang ada di sekitar tempat
produksi dan di seluruh Sidoarjo juga akan sangat mendukung untuk perkembangan
produk.
G. PENGELOLAAN
KEUANGAN
1. Harga
Adapun produk yang dijual adalah jamu
beras kencur dan kunyit asam dengan berbagai macam kemasan dalam botol.
Jamu Beras Kencur
|
No.
|
Jenis Botol
|
Harga
|
|
1
|
Botol Kecil
|
Rp 5.000
|
|
2
|
Botol Sedang
|
Rp 8.000
|
|
3
|
Botol Besar
|
Rp 13.000
|
Jamu Kunyit Asam
|
No.
|
Jenis Botol
|
Harga
|
|
1
|
Botol Kecil
|
Rp 3.000
|
|
2
|
Botol Sedang
|
Rp 5.000
|
|
3
|
Botol Besar
|
Rp 12.000
|
2. Modal
Awal
|
No.
|
Nama Barang
|
Harga
|
Jumlah
|
|
1.
|
Panci besar
|
Rp 240.000
|
4
|
|
2.
|
Bak
|
Rp 80.000
|
6
|
|
3.
|
Tabung LPG 3KG
|
Rp 25.000
|
2
|
|
4.
|
Botol kecil
|
Rp 10.000
|
100
|
|
5.
|
Botol Sedang
|
Rp 30.000
|
100
|
|
6.
|
Botol Besar
|
Rp 50.000
|
100
|
|
7.
|
Bahan:
|
|
|
|
|
Kencur
|
Rp 9.000
|
1kg
|
|
|
Jahe
|
Rp 7.000
|
1kg
|
|
|
Kunyit
|
Rp 10.000
|
1kg
|
|
|
Merica
|
Rp 2.000
|
1 ons
|
|
|
Asam
|
Rp 4.000
|
0,5 kg
|
|
|
Garam Kotk
|
Rp 8.000
|
1 ktk
|
|
|
Gula
|
Rp 96.000
|
12 kg
|
|
|
Bawang putih
|
Rp 15.000
|
0,5kg
|
H. PROMOSI
DAN IKLAN
Istilah dari
mata turun ke hati memanglah benar. Istilah ini tidak hanya untuk remaja yang
sedang jauh cinta. Membeli suatu produkpun sangat dipengaruhi oleh pandangan
mata. Tidak bisa dipungkiri, promo dan iklan memang menjadi salah satu faktor
pendukung yang menjadikan suatu produk semakin laris di pasaraan. Promo dan
iklan yang menarik bagi konsumen akan menjadikan konsumen tertarik untuk
membeli produk. Walaupun produk yang dijual sangatlah enak tapi jikalau promo
atau iklan yang dibuat tidak menarik, produk tesebut akan kurang diminati
konsumet. Bentuk promo dan iklan sendiri sangatlah banyak, bisa berupa brosur,
pamflet, benner, ataupun iklan di televisi untuk produk yang sudah laku banyak
di pasaran.
Berikut
ini contoh promo terhadap produk jamu: